Home » Kepri » Nizar Asal Bicara Terkait Mesin AMDK Gunung Daek: Mantan Bupati dan Mantan Pekerja Angkat Bicara

Nizar Asal Bicara Terkait Mesin AMDK Gunung Daek: Mantan Bupati dan Mantan Pekerja Angkat Bicara

poto: Air mineral gunung daek


Batamlive – Kepualuan Riau – Lingga – Pernyataan Calon Bupati Kabupaten Lingga, Muhammad Nizar terkait berhentinya operasional produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Cap Gunung Daik Produksi BUMD Lingga disebabkan tidak mampunya mesin produksi memenuhi target tidak sesuai dengan data hasil produksi yang berhasil dihimpun media ini.

Dalam kampanye tersebut Nizar menyebutkan bahwa produksi mesin air minum hanya 300 dari 1.000 yang diharapkan karena mesin yang dibeli adalah mesin rakitan hingga tidak mampu memproduksi sesuai spesifikasinya. Ucap Nizar di pemberitaan tersebut.

Mantan Bupati lingga, Alias Wello, ketika dimintai tanggapan atas setekmen Nizar saat berkampanye membawa kepersoalan air mineral, saya membantah apa yang ucapkan Nizar sebagai calon dari pertahana dan juga sebagai bupati lingga saat ini, bahwa pembelian mesin AMDK disesuaikan dengan yang disiapkan

“Awalnya, pendirian air minum ini ditujukan untuk kebutuhan lokal. Dengan mesin yang dibeli produksi air sudah mencukupi, “saya setelah meletakkan dasar pendirian produksi AMDK ini, Namaun sayangnya tidak bisa di kembangkan oleh kepemimpinan pemerintahan sekarang, terang alias wello, nah untuk data Yeng jelasnya coba kalian hubungi beberapa mantan pekerja di situ, agar di pemberitaan kalian tidak di nilai berita hoax.ucap alias wello pada wartawan ini

Di hari yang sama media ini mengkonfirmasi kepada salah satu mantan karyawan yang bekerja di kemaskan Air Cap gunung daek. Sumber tersebut saat di konfirmasi media ini terkait sentilan dari Muhammad Nizar yang kini Mencalon diri sebagai Bupati lingga, Sumber tersebut membantah apa yang di sampaikan oleh Nizar itu tidak benar

“sekali lagi saya sampaikan apa yang diucapkan Muhammad Nizar dalam kampanye di Desa Persiapan Cempaka hanya asal bicara, mesin produksi AMDK milik BUMD spesifikasinya telah sesuai dengan yang diharapkan dan dihasilkan,” kata sumber media ini yang tidak ingin namanya disebutkan, Rabu (6/11/2024)

Berdasarkan data yang dimilikinya, hasil produksi mesin saat beroperasi sudah maksimal. Ada dua jalur mesin produksi air kemasan yang di miliki BUMD Lingga untuk memproduksi air minum.

Jalur pertama adalah memproduksi air minuman dalam kemasan gelas (cup). Dalam satu hari minimal dapat memproduksi 7.000 gelas air minum yang siap jual. Sedangkan untuk jalur kedua yakni memproduksi minuman gelas kapasitas 330 dan 600 mililiter.

Pada jalur ini bisa memproduksi sedikitnya 4.200 botol untuk ukuran 330 ML dan 2.500 botol untuk ukuran 600 ML. Untuk jalur ini, produksi air bergantian.

Berdasarkan data tersebut bisa disimpulkan produksi air minum melebihi dari apa yang disebutkan Muhammad Nizar dalam kampanyenya. “Nizar berbicara tidak mengunakan data,” ucap sumber lagi

Sumber mengakui, benar terjadi kerugian produksi AMDK Cap Gunung Daik. Namun kerugian tersebut bukan disebabkan oleh tidak maksimalnya mesin produksi..kendala yang sebenarnya adalah mahalnya biaya pembelian bahan baku untuk kemasan air minum.

Selanjutnya terkendala dengan kemampuan pasokan listrik yang sering mati. Selain itu, kondisi produksi juga dilakukan dengan cara manual.

“Pembelian cup dilakukan melalui pihak ketiga karena modal BUMD yang terbatas. Kami sudah berulang kali mengajukan untuk penyertaan modal kepada Pemkab Lingga sebagai pemilik BUMD, namun tidak pernah direalisasikan,” terangnya.

Editor: E. Taufik

About Redaksi Live

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.