
Batam — Batamlive.com. Ketua Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Gerak Berantas Korupsi (Gebrak), Sholikin, menyoroti maraknya peredaran rokok merk manchester tanpa pita cukai (Ilegal) di Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Menurut Ketua LSM Gebrak Kepri, peredaran rokok merk manchester sudah sangat memprihatinkan yang jumlah dari tahun ke tahun terus meningkat yang berakibat kepada kerugian Negara dari sector pajak yang mencapai ratusan milyar rupiah.
Sholikin, Ketua LSM Gebrak mengatakan peredaran rokok merk Manchester (ilegal) sudah mengakar, sehingga perlu penangganan yang massif dan sistimatis dalam menyelesaikan masalah ini. Apabila rokok illegal terus dibiarkan akan merugikan banyak pihak.
“Ada masyarakat yang terancam dengan efek buruk rokok illegal, para pelaku industry rokok dan petani yang mengalami ketidak adilan dalam persaingan pasar,” ujar Sholikin
Sholikin bahkan memprediksi akan terjadi lonjakan pertumbuhan rokok merk menchester pada tahun ini, memperkirakan peredaran bisa mencapai hingga tujuh persen.
Lebih lanjut Ahin, sapaan akrab Sholikin menambahkan peredaran illegal menjadi penyebab kerugian pendapatan Negara dan menghambat berkembangnya industry rokok nasional. Merujuk pada data resmi Kementerian Keuangan, kerugian Negara mencapai ratusan miliyar rupiah. Nilai ini meningkat terus dari tahun ketahun.
Untuk Ahin, mengajak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bersinergi bergandengan tangan dalam memberantas peredaran rokok illegal dan menangkap oknum yang menjadi pembekingnya, untuk menyelamatkan uang negara.
“Kuncinya penegakan hukum,” ujar Ahin
Senada dengan Ahin Ketua LSM Gebrak, Rifky Hidayat tokoh muda Kepri, meminta APH untuk bertindak tegas, karena sampai saat ini peredaran rokok illegal tidak hanya merugikan keuangan Negara tetapi juga sudah sampai kepada dunia anak – anak. Banyak anak – anak yang masih memakai putih merah dan putih biru yang sudah mengisap rokok, hal ini akan berpengaruh terhadap masa depan mereka.
“Beredarnya rokok illegal dengan harga murah, apa lagi bisa dibeli ketengan (enceran) dengan harga rp1.000/batang dan rp2.000/3batang membuat anak – anak membeli dan mengisapnya, ini kan bisa merusak masa depen mereka,” ujar Rifky.
Rifky juga meminta pihak sekolah dan orang tua untuk memperhatikan anak – anaknya jangan sampai anak – anak tersebut menjadi pencandu rokok di usia muda, karena anak – anak ini adalah tumpuan harapan bangsa untuk masa depan negeri ini. (Tim)
Bersambung ….
batamlive.com Jujur, Lugas, dan Terpercaya