
Kundur | Batamlive.com. Hari imlek yang kerap diartikan sebagai hari raya ummat Buddha oleh kebanyakan orang,terlihat cukup megah dan meriah dikecamatan Kundur Kabupaten Karimun.
Kemeriahan tersebut terlihat dari perubahan Vihara Dharma Shanti sebagai salah satu tempat ibadah yang berlokasi dipusat kota Kecamatan Kundur.
Hiasan lampu divihara tersebut dalam beberapa hari belakangan ini telah merubah suasana kota tanjung batu menjadi hidup dan semakin bernyawa disaat malam tiba.
Hasil pantauan media ini dilapangan banyak pihak yang berpendapat,kemeriahan imlek pada tahun ini memang terkesan cukup megah.
Padahal jika kita melihat dari nadi perekonomia dikundur dan juga Karimun tahun ini bisa dibilang cukup melemah.
Namun hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi ummat Buddha khususnya Tao maupun Khonghucu untuk berbuat kebaikan,baik dalam menghias tempat ibadah seperti Vhihara Dharma Shanti dan juga tempat ibadah lainnya dipulau Kundur.
Jika kita menghayati imlek ditahun masehi sudah dijalani selama 2018 tahun,namun secara hitungan tahun cina imlek sudah berusia 2569 tahun.

Secara logika imlek sudah berusia lebih tua dari tahun masehi yang hanya baru berusia 2018 tahun, bahkan dengan tahun hijriah yang sudah berjalan selama 1439 tahun.
Menurut para tokoh dan sesepuh orang Tionghoa tanjug batu berpendapat.
Secara etimologi istilah imlek berasal dari 2 kata yakni,Im berarti Bulan dan lek yang artinya Penanggalan.
Kata-kata tersebut diambil dari bahasa Mandarin Yin-Lin atau dialek Hokkian.
kombinasi kedua kata tadi memberikan arti penanggalan Bulan, yang dalam Bahasa Inggris disebut Lunar New Year atau Chinese New Year.
Dengan demikian tahun baru Imlek artinya tahun baru yang dihitung berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi.
Semoga kesalahpahaman mengenai anggapan bahwa Imlek adalah perayaan agama Buddha oleh sebagian besar orang, khususnya di tanjung batu dapat kiranya didasari oleh kurangnya informasi yang benar dan melekatnya stigma dan sikap penyamarataan bahwa warga keturunan etnis Tionghoa pastilah beragama Buddha, Tao atau Kong Hu Chu, dan agama Buddha adalah agama khusus warga keturunan etnis Tionghoa.
Semoga Vihara Dharma Shanti tetap menjadi tempat wisata hati untuk selamanya.
Penulis | Majid
Editor | yana
batamlive.com Jujur, Lugas, dan Terpercaya