
Batamlive – Kepulauan riau – Lingga – Riuh pikuk suasana pilkada yang menyerang dengan Isu – Isu fitnah pada Paslon No urut- 02 yang di muat melalui beberapa media online tersebut.
Dra.Nurmadiah angkat bicara, terkait isu – isu fitnah kepada Paslon No Urut-02, H. Alias Wello – Ir. H. Muhammad Ishak. Saya pernah masuk dan duduk di birokrasi pemerintahan kabupaten Lingga pada tahun 2006-2020. Dra. Nurmadiah menepis isu – isu murahan yang dikeluarkan orang – orang yang tidak bertanggung jawab memberi isu tidak berdasarkan bukti – bukti
Lanjutnya, Nurmadiah menyampaikan, 1.tahun Alias Wello menjabat bupati lingga, saya diberikan kepercayaan oleh bupati lingga di masa tahun 2017 waktu itu saya menjabat Kadis Sosial, dalam pelaksanaan tugas di masa saya menjadi kepala dinas, H. Alias Wello tidak pernah ikut untuk menentukan dan atau memaksakan kehendak bupati di masa Alias menjabat dulu
“dan apa lagi merasa tekanan dari bupati waktu itu, saya tidak pernah merasakan adanya tekanan – tekana dalam mengatur program di Dinssos, tidak seperti yang ada isu diberita online itu penuh dengan kata – kata fitnah.tuturnya
Masi Nurmadiah, pada saat di kepemimpinan H. Alias wello, adanya kerja sama yang baik antara OPD salah satu contoh, pada saat mengusulkan Sultan Mahmud sebagai pahlawan, kami berbagi tugas, tugas Dinsos membuat surat pemintaan pengusulan sebagai pahlawan, Dinas kebudayaan dan pariwisata yang memenuhi, menjalankan semua persyaratan – persyaratan seminar – seminar untuk di usulkan
“dalam mempersiapkan kedatangan Bapak Jusuf Kalla, sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, dan waktu itu pak Datok, sebagai orang yang diberikan tanggung jawab untuk mempersiapkan acara tersebut, semua OPD dilibatkan diberikan luang untuk berpendapat.tuturnya
Tidak itu aja, H.Alias Wello juga memberi laluan untuk PNS menjabat sebagai Kadis yang sudah memenuhi persyaratan dan kemampuan, salah contoh pada diri saya sendiri pada saat kepemimpinan Pak Awe, dia memberikan kepercayaan kepada saya menjadi Kadis di Dinsos yang kita liat pada saat itu belum ada satupun perempuan di Pemda kabupaten lingga diberikan jabatan dalam mengambil suatu keputusan, Hebatnya Awe waktu itu
“saat Awe memimpin semua pimpinan OPD, percaya diri menunjukan prestasi – prestasi kerja yang baik, baik ditingkat provinsi maupun di tingkat pusat
…sehingga banyak penghargaan – penghargaan kami rebut bawa pulang* Kota Layak Anak, WTP Adipura.
Lanjutnya, Kerjasama dapat juga dilihat oleh calon Wakil Bupati Yang menemani Pak Awe saat ini yang akan bertarung yaitu Ir. H. Muhammad Ishak, sedikit saya ceritakan tentang kerja sama yang baik pada saat itu pak Ishak, menjabat sebagai kadis Kebudayaan dan Parawisata, dan pada waktu itu posisi saya menjabat sebagai sekretaris Dinas kebudayaan dan pariwisata 2008 – 2010
” beliau orang mengayomi, tidak tinggi hati, semua PNS yang memegang jabatan, diberikan tugas – tugas oleh beliau dan evakusi tetap diadakan dalam rapat melihat Capain kerje TEM pada kegiatan – kegiatan tersebut sesuai dengan tupoksi dan tidak pernah memilih – milih staf, ini orang aku, staf ini orang dia, semua staf dilibatkan dalam tugas.
Jika sekarang ini ada isu – isu yang mengatakan bahwa pak Ishak nanti akan hanya sebagai pelengkap saja atau sebagai PATONG* itu adalah *TIDAK BENAR* dan pemahaman seperti itu hanya utk orang – orang *Dunggu* yang tidak pernah duduk memimpin, apabila jikapun ada, orang tersebut memang tidak mempunyai kemampuan/skill, dalam menjalankan tugas dengan baik, atau tidak mampu memimpin dan menjalan tupoksi yang diebanya secara baik.tutupnya
Editor: E. Taufik
batamlive.com Jujur, Lugas, dan Terpercaya