Batamlive – Lingga, Kepulauan Riau — Sebuah video berdurasi lima menit yang diunggah oleh akun TikTok milik Ahong, warga Desa Posek, Kecamatan Posek, Kabupaten Lingga, mendadak viral dan menjadi sorotan warganet. Dalam video tersebut, Ahong secara terbuka mengkritik pengelolaan air bersih dari program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2023.
Program Pamsimas ini diketahui menggunakan total anggaran sebesar Rp444.440.000 yang berasal dari Dana BPM APBN sebesar Rp400.000.000 dan kontribusi in-kind sebesar Rp44.440.000.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Ahong membenarkan bahwa akun TikTok tersebut miliknya.”Saya sengaja membuat video itu untuk menyampaikan aspirasi sebagai warga. Menurut saya, kinerja pemerintahan desa saat ini sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Ahong mengungkapkan bahwa kondisi sumber air sangat memprihatinkan. Lokasi sumber air yang digunakan masyarakat tidak memiliki pelindung memadai.”Saat air laut pasang besar, air asin bisa bercampur dengan air bersih. Bahkan tempat itu juga sering digunakan warga untuk mencuci kaki, dan hewan seperti anjing kerap minum di sana,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa lokasi tersebut sebelumnya memang digunakan warga untuk membasuh kaki, sebelum akhirnya dialihfungsikan sebagai sumber air bersih melalui program Pamsimas. Meski begitu, pihak desa menyatakan bahwa air tersebut telah dinyatakan layak pakai berdasarkan hasil uji laboratorium.
Pihak Desa: Anggaran Tidak Cukup
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Posek membenarkan kondisi yang disampaikan Ahong dalam videonya.”Saya sudah minta pengelola proyek Pamsimas membangun tembok penahan agar air laut tidak masuk, tapi mereka menolak karena anggaran tidak mencukupi,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah desa tidak tinggal diam. Saat ini, sedang dilakukan upaya untuk mencari solusi, termasuk penganggaran ulang demi membangun tembok penahan tersebut. Kepala desa juga menegaskan bahwa uji laboratorium telah dilakukan, dan air dinyatakan layak konsumsi serta sudah digunakan oleh masyarakat.
BPPW Kepri: Harus Ada Perlindungan Sumber Air
Untuk menelusuri lebih lanjut, media ini mendatangi kantor Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau. Kehadiran wartawan disambut oleh Eko Saputra dan Eka Pribadi, staf di BPPW Kepri.
Setelah melihat video TikTok milik Ahong, keduanya menyampaikan bahwa kondisi area sumber air memang memprihatinkan jika tidak diberikan perlindungan yang memadai.”Terkait hasil laboratorium, silakan dikonfirmasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga. Kami dari BPPW hanya memfasilitasi sesuai anggaran APBN,” jelas Eko.
Ia juga menjelaskan bahwa perencanaan lokasi dan kapasitas sumber air ditentukan langsung oleh Kelompok Pamsimas di tingkat desa, yang dibentuk melalui SK kepala desa.”Tugas kami hanya memastikan air dapat mengalir ke rumah-rumah warga,” tambahnya.
Eko menutup dengan menyatakan,”Insyaallah, ke depan program seperti ini akan menjadi perhatian bersama, termasuk usulan dari pemerintah daerah.”
Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga Belum Bisa Dikonfirmasi
Hingga berita ini diterbitkan pada Senin (28/7/2025), Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga belum dapat dihubungi untuk verifikasi terkait hasil uji laboratorium air bersih di Desa Posek.(Red)
(Redaksi)
Editor: E. Fik
Home » Uncategorized » Viral…Vidio Warga Desa Posek Soroti Air Bersih Pamsimas Lewat Akun Tiktok: Ahong Pemilik Akun Tersebut Membenarkan
batamlive.com Jujur, Lugas, dan Terpercaya